The Candidate

"Bakti kami untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater. Merdeka!" Ijinkan aku untuk merperkenalkan siapa aku. Sebuah catatan kecil dari perjalanan hidupku........ Genggam erat persaudaraan ini.

Sunday, March 05, 2006

Luar BIasa........!!!Jamu Rasa Baru



Mari bermain dan belajar
dalam harmoni keberagaman!

Cerita singkat dibalik pencalonan Syahfitri anita (AMISCA ’02)

Mari bermain…!
Tentu anda kenal dengan Archimedes, Galileo,Einstein, Newman, ness, Soekarno…dll. Mereka segelintir dari berbagai nama orang-orang besar dizamannya. Cerdas? Tentu saja. Tapi yang pasti mereka adalah orang-orang yang ”nakal”. Nakal disini adalah keberanian untuk berpikir beda dan mungkin aneh untuk masyarakatnya saat itu. Keberanian untuk lepas dari kungkungan zaman dan melesat guna menorehkan sejarah bagi pengetahuan dan kemanusiaan. Darimanakah keberanian itu muncul ? itu muncul dari pengakuan akan hakikat manusia sebagai mahluk bermain (homo ludens). Dimana proses berpikir, bertingkah laku, dan bergaul adalah wujud dari keinginan memuaskan kemanusiaannya itu sendiri. Tanpa itu, manusia tidak lebih dari robot yang tanpa rasa. Dan permainan itu sendiri akan lebih bermakna kalau dilakukan secara bebas dan lepas. Sehingga sangat wajar jika kebebasan itu adalah harga mati bagi seorang manusia. Dengan bebas bermain itulah sebuah proses berpikir yang maju dapat dibangun.

Mari belajar…!
Hidup adalah proses. Proses untuk terus berubah menuju sesuatu yang lebih baik. Lingkungan dan pengalaman menjadi tempat kita bercermin. Berdialektika dengan alam guna membangun fondasi pengetahuan menuju kemanusiaan yang lebih baik. Karena perubahan hanya dapat terjadi kalau kita mau belajar dan terus belajar.
Sehingga dengan kebebasan untuk bermain dan keinginan untuk terus belajar, membuat kita menjadi manusia yang seutuhnya dan mampu berbuat banyak bagi bangsa dan kemanusiaan.
Mengapa pluralisme…
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural. Bangsa dengan beragam warna. Tapi, bagaimanakah kita memahami keberagaman yang ada? Itu harus dimulai dengan mengakui bahwa keberagaman itu adalah kondisi alamiah kita yang harus kita terima. Dengan pengakuan itu, kita akan memahami konflik yang terjadi sebagai sesuatu hal wajar. Sebagai wahana untuk saling mengisi dan mewarnai guna menghasilkan sesuatu yang lebih baik, yang akan terus berubah, dinamis dan maju. In harmonia progressio…
Sehingga, keberagaman pemikiran, perilaku, budaya adalah sesuatu yang harus kita jaga. Setiap usaha untuk menghilangkannya adalah sebuah usaha untuk membunuh manusia Indonesia.
Mari kita senandungkan keberagaman kita melalui sebuah simfoni kemahasiswaan yang harmonis, dimana kita akan terus belajar dalam suasana kebebasan bermain.
Untuk Tuhan Bangsa dan Almamater… merdeka!!!


Nyonya Syafiet Come to ITB

1 Comments:

  • At 4:23 PM, Anonymous a1 said…

    modern ditengah kebekuan kultur kampus. berani dtengah ketakutan akan norma dan tradisi yang membodohkan. wuihhh....kayaknya emang kita perlu orang kaya lw.
    walaupun lw cewek,kayanya lw lebih dari segalanya dibanding yang lain.
    keep ur spirits. kemahasiswaan ga selalu berat kok seperti bayangan orang

    a1 chipoto

     

Post a Comment

<< Home